Perlengkapan Kelompok Kecil: Berlatih Berdoa
Ringkasan: Pastikan anggota tahu bahwa doa tidak harus panjang—doa sederhana yang tulus sudah cukup.
Baca 2 menit

Ringkasan: Pastikan anggota tahu bahwa mereka tidak perlu berdoa lama—doa yang sederhana dan tulus sudah cukup.
Dalam rangkaian blog “Kotak Alat” ini, kami akan menjawab beberapa pertanyaan yang paling sering muncul tentang memimpin kelompok kecil. Kalau ada pertanyaan yang ingin kalian ajukan, kirim saja pesan kepada kami!
Bagaimana kita berdoa dalam kelompok kecil?
Salah satu kebiasaan awal yang perlu dibangun oleh orang percaya yang baru adalah berdoa. Belajar dalam kelompok kecil terasa aman karena jumlahnya sedikit, dan juga menguatkan karena setiap minggu kita mendengar kesaksian. Kelompok kecil terdiri dari orang-orang dengan latar belakang dan kepribadian yang beragam. Karena itu, kita perlu menjadikan doa sebagai hal yang sederhana dan terbuka bagi semua.
Setelah anggota berbagi tentang hal-hal yang membuat mereka tertekan atau menguras tenaga, ajak mereka berdoa untuk orang di sebelah kanan (atau kiri) mereka, lalu lanjutkan berkeliling. Pastikan anggota tahu bahwa mereka tidak perlu berdoa lama—doa yang sederhana dan tulus sudah cukup.
Saat berdoa, hindari kata-kata dan ungkapan khas orang Kristen yang sulit dipahami. Berikan contoh doa singkat yang memohon: “Tolong . . .” “Bimbing . . .” “Sediakan . . .” “Kuatkan . . .” “Sembuhkan . . .” “Lepaskan . . .” “Berikan . . .” Para pemimpin mudah sekali menyampaikan “khotbah” atau pernyataan panjang dalam doa karena mereka sudah banyak mengalami kebaikan Tuhan dan belajar banyak tentang siapa Dia. Namun, akan lebih bermanfaat bagi kelompok kecil jika mereka mendengar pemimpinnya dengan sederhana memohon pertolongan Tuhan. Doa seperti ini bisa ditiru.
Salah satu cara membantu kelompok kecil bertumbuh dalam doa adalah menggunakan Kitab Suci saat berdoa. Penting untuk memakai ungkapan dari Kitab Suci yang sudah dipelajari kelompok dari bacaan sebelumnya. Mereka akan mengenali ayat-ayat itu dan semakin dekat dengan Tuhan, Roh Kudus, dan Kitab Suci.
Bagaimana kalau ada yang malu berdoa dengan suara keras?
Kalau mereka kesulitan berdoa dengan suara keras, mereka tetap bisa berdoa dalam hati. Saat giliran mereka berdoa, beri mereka waktu, lalu lanjutkan setelah mereka berkata, “amin.” Berharaplah untuk merasakan kehadiran Tuhan dengan cara yang luar biasa saat seseorang berdoa dalam hati. Beri tahu orang itu dan kelompok tentang hal ini, supaya orang yang malu berdoa tahu bahwa doanya berarti.
Menjaga kelompok belajar Alkitab tetap kecil juga dapat mengurangi tekanan bagi orang yang pemalu. Mereka mungkin lebih berani berdoa dengan suara keras jika hanya ada beberapa orang. Sesekali, tanyakan apakah mereka siap berdoa dengan suara keras. Sementara itu, ajak mereka berlatih berdoa dengan suara keras di rumah saat sendirian, supaya mereka terbiasa mendengar suara sendiri saat berdoa.
Ingat, doa adalah kebiasaan yang perlu terus dilatih!
Siap menerapkannya?
Mulai buat aplikasi untuk orang-orang yang Anda layani, atau bicarakan dulu dengan kami.



