DNA: Injil
Ringkasan: Injil adalah poros yang menjadi pusat kehidupan gereja mikro yang sehat dan membuatnya terus berkembang.
Baca 1 menit

Ringkasan: Injil adalah titik tumpu yang membuat gereja mikro yang sehat bergerak dan terus bertumbuh.
Gerakan pemuridan menjadikan Injil sebagai inti pesan, tindakan, pertumbuhan rohani, dan visi mereka.
Saat Injil menjadi inti, kita terhindar dari menjadi gereja yang berpusat pada diri sendiri dan menjadi gereja yang berfokus pada misi. Individualisme runtuh di hadapan Misi Allah yang begitu besar. Tidak ada yang lebih membentuk kita selain kerelaan untuk dengan rendah hati membagikan Injil kepada dunia yang sering menolaknya.
Saat Injil menjadi inti, kita bekerja sama dengan tujuan utama Roh Kudus di bumi: menyatakan Yesus di dalam dan melalui setiap orang percaya. Roh Kudus menguatkan pesan kita dengan keberanian, tanda-tanda, dan mukjizat. Kita hidup dekat dengan-Nya, mengikuti tuntunan-Nya, dan berseru agar satu generasi dan budaya diubahkan oleh Kabar Baik.
Saat Injil menjadi inti, kita menghapus jarak antara “jemaat dan rohaniwan.” Imamat semua orang percaya menjadi hal yang biasa, dan setiap orang percaya, apa pun panggilan atau pekerjaannya, diingatkan akan tanggung jawab untuk membagikan Injil. Injil menyamakan semua orang. Para pemimpin diingatkan bahwa mereka harus membagikan Injil bukan hanya dari mimbar, tetapi juga di tempat kerja, kepada teman, dan kepada keluarga. Orang yang datang ke gereja diingatkan bahwa mengajak seseorang datang ke gereja, meskipun merupakan langkah penting dalam perjalanannya, bukanlah membagikan Injil. Orang percaya harus menyampaikan Injil kepada orang-orang di lingkungannya, tempat ia punya pengaruh, dan juga dengan berani kepada mereka yang tidak berada dalam lingkaran pengaruhnya.
Saat Injil menjadi inti, kita menyingkirkan hambatan yang dialami orang-orang yang terpinggirkan di gereja kita. Kita ingin Injil didengar di mana-mana. Karena itu, lewat perkataan dan tindakan kita, kita menunjukkan bahwa siapa pun boleh membagikan Injil, apa pun jenis kelamin, pendidikan, atau status sosialnya. Saat Injil menjadi inti, prasangka budaya dan sosial kehilangan kekuatannya di hadapan Misi Allah yang begitu besar.
Siap menerapkannya?
Mulai buat aplikasi untuk orang-orang yang Anda layani, atau bicarakan dulu dengan kami.



